Ciptakan Transmisi Motor Dual Mode, Mahasiswa RI Juara Di India

. Thursday, March 13, 2014
0 komentar


Ciptakan transmisi motor dual mode mahasiswa RI juara di India

Mahasiswa Indonesia di India, Constantinus Satrio, berhasil menyabet juara pertama dalam ajang lomba bergengsi Annual Science, Technology and Management Festival of IIT Delhi (TRYST).

Karya Satrio, mahasiswa Indonesia, tahun ketiga program studi Bachelor of Computer Application di Universitas Agra, ini bertemakan "Manual Automatic Transmission Controller". Demikian dijelaskan Humas PPI India, Taufiq Ari Kusuma seperti dikutip Antara, Kamis (13/3).

Satrio dalam presentasinya, mengatakan sistem pengendalian transmisi sepeda motor yang bisa dikendalikan dengan dual mode yaitu mode manual yang sewaktu-waktu bisa diubah ke mode otomatis atau sebaliknya sangat bermanfaat.

Dalam kejuaraan yang digelar Indian Institute of Technology Delhi, New Delhi India, dia mengatakan ketika orang yang lebih cenderung suka menggunakan mode manual mengalami gangguan otot, atau ada anggota keluarga lain yang sudah tua, yang sewaktu-waktu ingin menggunakan motor dalam mode otomatis.

Dengan sistem ini, motor menjadi lebih fleksibel, efisien, karena ada saat-saat tertentu ketika motor lebih nyaman dalam mode manual dan ada kalanya dalam mode otomatis.

Inovasi mahasiswa yang hobi memasak, balap motor, angkat besi, dan mengutak atik alat-alat elektro ini juga dinilai dari segi efisiensi, ekonomis, dan tentu memenuhi kerealistisan untuk di aplikasikan atau merupakan teknologi tepat guna.

Satrio menjawab dengan lugas semua keraguan dewan juri pada saat sesi tanya jawab setelah mempresentasikan karyanya seperti yang ditampilkan di video rekaman presentasinya tersebut.

Ada dua alasan teknis yang dijelaskan Satrio yaitu "1 Murah dan applicable : Karena desain yang disederhanakan, serta kontrol kopling dan karburator yang menggunakan 'solenoid' meminimalkan jumlah komponen yang dipakai, karena tidak perlu 'throttle position sensor'. Jumlah transistor penggerak daun karburator juga berkurang dari empat menjadi satu.

Solenoid juga memungkinkan pemasangan transmisi ini tanpa merubah mesin, karburator, ataupun gearbox, hanya tinggal potong kabel gas, kopling, dan merubah sistem pengungkit transmisi dari luar gearbox.

Kedua, peningkatan efisiensi hingga 20 persen: Transmisi sepeda motor berbasis CVT mengalami rugi daya hingga 20 persen, sebab gesekan yang terjadi saat perpindahan rasio transmisi di karet penggerak. CVT juga rentan mengalami kerusakan mendadak jika dipergunakan untuk beban berat.

Transmisi otomatis tidak mengalami rugi-rugi daya karena menggunakan gearbox manual yang dikontrol oleh motor listrik, serta kopling yang dikontrol solenoid, sehingga daya yang dipergunakan untuk perpindahan gigi hanya listrik dari alternator motor.

Ketahanan dan reliabilitas transmisi otomatis juga meningkat, diserahkan karet CVT harus diganti secara berkala, sementara transmisi tidak memerlukan overhaul berkala jika tidak ada kerusakan pada sistem kontrol elektroniknya.

Meskipun tidak mendapatkan bantuan finansial dari pihak yang seharusnya diharapkan bisa membantu, Satrio secara mandiri mampu membuktikan sekaligus mencuri perhatian yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari negara dengan menjuarai lomba.

Kemenangan pria kelahiran Jakarta tahun 1989 ini menjadi kemenangan bagi mahasiswa Indonesia terutama di India. Ucapan selamat menghujani akun sosial media milik Satrio, mulai dari sahabat, alumni, pelajar, akademisi dan juga para pejabat.

IIT Delhi merupakan universitas top tidak hanya di India, tetapi juga di dunia bersama dengan IIT Bombay. Setelah melalui beberapa babak, Satrio berhasil lolos hingga ke final dan akhirnya menumbangkan seluruh lawan lawannya yang mayoritas mahasiswa IIT Delhi.

Selain mendapat sertifikat dan penghargaan, Satrio juga mendapatkan uang sebesar INR 75.000 atau sekitar Rp 14 juta yang ingin digunakannya untuk mengembangkan karyanya. Satrio berkeinginan untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang lebih tinggi untuk menjadi seorang profesor.

#OrangIndonesia

#IDEAVOLUTION

#Bebas_Posting

sumber

Ciptakan Transmisi Motor Dual Mode, Mahasiswa RI Juara Di India

.
0 komentar


Ciptakan transmisi motor dual mode mahasiswa RI juara di India

Mahasiswa Indonesia di India, Constantinus Satrio, berhasil menyabet juara pertama dalam ajang lomba bergengsi Annual Science, Technology and Management Festival of IIT Delhi (TRYST).

Karya Satrio, mahasiswa Indonesia, tahun ketiga program studi Bachelor of Computer Application di Universitas Agra, ini bertemakan "Manual Automatic Transmission Controller". Demikian dijelaskan Humas PPI India, Taufiq Ari Kusuma seperti dikutip Antara, Kamis (13/3).

Satrio dalam presentasinya, mengatakan sistem pengendalian transmisi sepeda motor yang bisa dikendalikan dengan dual mode yaitu mode manual yang sewaktu-waktu bisa diubah ke mode otomatis atau sebaliknya sangat bermanfaat.

Dalam kejuaraan yang digelar Indian Institute of Technology Delhi, New Delhi India, dia mengatakan ketika orang yang lebih cenderung suka menggunakan mode manual mengalami gangguan otot, atau ada anggota keluarga lain yang sudah tua, yang sewaktu-waktu ingin menggunakan motor dalam mode otomatis.

Dengan sistem ini, motor menjadi lebih fleksibel, efisien, karena ada saat-saat tertentu ketika motor lebih nyaman dalam mode manual dan ada kalanya dalam mode otomatis.

Inovasi mahasiswa yang hobi memasak, balap motor, angkat besi, dan mengutak atik alat-alat elektro ini juga dinilai dari segi efisiensi, ekonomis, dan tentu memenuhi kerealistisan untuk di aplikasikan atau merupakan teknologi tepat guna.

Satrio menjawab dengan lugas semua keraguan dewan juri pada saat sesi tanya jawab setelah mempresentasikan karyanya seperti yang ditampilkan di video rekaman presentasinya tersebut.

Ada dua alasan teknis yang dijelaskan Satrio yaitu "1 Murah dan applicable : Karena desain yang disederhanakan, serta kontrol kopling dan karburator yang menggunakan 'solenoid' meminimalkan jumlah komponen yang dipakai, karena tidak perlu 'throttle position sensor'. Jumlah transistor penggerak daun karburator juga berkurang dari empat menjadi satu.

Solenoid juga memungkinkan pemasangan transmisi ini tanpa merubah mesin, karburator, ataupun gearbox, hanya tinggal potong kabel gas, kopling, dan merubah sistem pengungkit transmisi dari luar gearbox.

Kedua, peningkatan efisiensi hingga 20 persen: Transmisi sepeda motor berbasis CVT mengalami rugi daya hingga 20 persen, sebab gesekan yang terjadi saat perpindahan rasio transmisi di karet penggerak. CVT juga rentan mengalami kerusakan mendadak jika dipergunakan untuk beban berat.

Transmisi otomatis tidak mengalami rugi-rugi daya karena menggunakan gearbox manual yang dikontrol oleh motor listrik, serta kopling yang dikontrol solenoid, sehingga daya yang dipergunakan untuk perpindahan gigi hanya listrik dari alternator motor.

Ketahanan dan reliabilitas transmisi otomatis juga meningkat, diserahkan karet CVT harus diganti secara berkala, sementara transmisi tidak memerlukan overhaul berkala jika tidak ada kerusakan pada sistem kontrol elektroniknya.

Meskipun tidak mendapatkan bantuan finansial dari pihak yang seharusnya diharapkan bisa membantu, Satrio secara mandiri mampu membuktikan sekaligus mencuri perhatian yang seharusnya mendapat perhatian khusus dari negara dengan menjuarai lomba.

Kemenangan pria kelahiran Jakarta tahun 1989 ini menjadi kemenangan bagi mahasiswa Indonesia terutama di India. Ucapan selamat menghujani akun sosial media milik Satrio, mulai dari sahabat, alumni, pelajar, akademisi dan juga para pejabat.

IIT Delhi merupakan universitas top tidak hanya di India, tetapi juga di dunia bersama dengan IIT Bombay. Setelah melalui beberapa babak, Satrio berhasil lolos hingga ke final dan akhirnya menumbangkan seluruh lawan lawannya yang mayoritas mahasiswa IIT Delhi.

Selain mendapat sertifikat dan penghargaan, Satrio juga mendapatkan uang sebesar INR 75.000 atau sekitar Rp 14 juta yang ingin digunakannya untuk mengembangkan karyanya. Satrio berkeinginan untuk melanjutkan kuliahnya ke jenjang lebih tinggi untuk menjadi seorang profesor.

#OrangIndonesia

#IDEAVOLUTION

#Bebas_Posting

sumber

4 Mata Rantai Penghambat Produksi Garam Rakyat

.
0 komentar


4 Mata rantai penghambat produksi garam rakyat

Segudang masalah masih menghambat peningkatan produksi garam rakyat. Sejak 1997, Indonesia sudah mulai mengimpor garam lantaran produksi dalam negeri sudah tidak mencukupi.

"Produksi garam rakyat terus menurun lantaran fenomena el-nino menyebabkan curah hujan di Indonesia cukup tinggi sepanjang 1998-2001," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Herman Khaeron, di Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data, Pada 2009, garam produksi rakyat hanya mampu memenuhi 73 persen kebutuhan garam nasional. Setahun kemudian, kebutuhan garam nasional sebesar 2,872 juta ton. Terdiri dari kebutuhan garam untuk industri kimia Chlor Alkali Plant (CAP) sebesar 1,519 juta ton dan konsumsi untuk rumah tangga 1,352 juta ton.

Herman mengatakan terdapat 15.033 hektar lahan potensial untuk pengembangan garam rakyat di sembilan kabupaten/kota. Antara lain, Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Tuban, dan Nagakeo.

Kemudian, sentra Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) seluas 7.476 hektare di 31 kabupaten/kota. Untuk itu, pada 2011, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar. Setahun kemudian, meningkat menjadi Rp 107,6 miliar.

Berikut adalah mata rantai penghambat produksi garam rakyat:

1. Harga garam lokal kalah bersaing

Harga garam lokal di tingkat petani masih kalah bersaing ?dengan produk impor. Ini membuat para petani kurang bergairah untuk meningkatkan produksi garam.

"Garam impor jauh lebih murah dari garam lokal. Untuk jenis K1 (terbaik) dihargai Rp 750, K2 Rp 550. Padahal untuk garam impor paling tinggi K1 Rp 400 sampai Rp 450," kata Manager Marketing PT Garam Ismail Muda Nasution dalam diskusi 'Quo Vadis Swasembada Garam', di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, garam impor dari Australia lebih murah karena kadar airnya lebih rendah. "Lokal masih di atas 5 persen. Kalau impor cuma sekitar 2 persen atau 3 persen diterima di sentra-sentra distribusi," jelasnya.

2. Sistem logistik tak kompetitif

Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad beralasan, harga garam lokal lebih mahal lantaran sistem logistik Indonesia juga tak kompetitif.

Dia mencontohkan, ongkos kirim garam dari Madura ke Belawan ?itu Rp 300 per kilogram. Sementara, ongkos kirim dari India ke Belawan hanya Rp 125 per kilogram.?

"Itu competitiveness kita di logistik itu. Udang dari Makassar ke Surabaya itu lebih mahal dari China ke Surabaya," katanya.

3. Lahan garam menyusut

Peningkatan produksi garam nasional menjadi tambah sulit dilakukan, lantaran lahan garam semakin menyusut. Banyak lahan garam yang dialihfungsikan untuk kepentingan komersial.

"Tambak garam menjadi area futsal, mal dan segala macam. Ini sebetulnya karena niat tergantung dari pemerintah daerah," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Herman Khaeron.

Sebagai ilustrasi, luas tambak garam di sejumlah daerah di Jawa Barat menyusut. Di Kabupaten Cirebon luas tambak garam hanya sekitar 3.500 hektare, sementara di Indramayu luasnya sekitar 2.000 hektare.

4. Dukungan pemerintah kurang

Produksi garam nasional saat ini diperkirakan sudah mencapai 90 ton per hektar. Ini meningkat ketimbang periode 2010-2011, sekitar 65 ton-70 ton per hektar.?

Kendati demikian, kapasitas produksi tersebut masih kalah ketimbang negara produsen garam lainnya. Semisal, Australia 300 ton/hektar, Korea Selatan 200 ton/hektar, dan Meksiko 300 ton/hektar.

pemerintah akan merangsang petani garam untuk meningkatkan produksinya guna menekan impor. Caranya, memberikan subsidi Rp 5 juta per petani.

Tahun ini pemerintah menargetkan produksi garam Indonesia mencapai 3,3 juta ton. Setahun kemudian, diharapkan Indonesia sudah swasembada garam.

Kebutuhan garam nasional saat ini mencapai 3,5 juta ton. Untuk konsumsi masyarakat sebanyak 1,5 juta ton, dan sisanya 2 juta ton untuk industri.

"Lahan kita itu sekitar 34 ribu hektar, yang tersebar di 42 kabupaten/kota. Hanya itu lahan kita," kata Sudirman Saad.

#news

sumber

Ini Jadwal Kampanye Terbuka Untuk Pemilu Legislatif

.
0 komentar


Ini Jadwal Kampanye Terbuka untuk Pemilu Legislatif

Kampanye rapat umum terbuka untuk pemilu legislatif mulai berlangsung pada Minggu (16/3/2014). Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan jadwal dan pembagian zonasi kampanye berbasis provinsi.

"Dalam satu provinsi, akan ada empat partai politik (parpol) yang berkampanye. Tentu di titik yang berbeda-beda," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di Jakarta, Kamis (13/3/2014). Pembagian "kelompok" kampanye partai politik diatur berdasarkan nomor urut peserta Pemilu 2014.

Berikut ini jadwal kampanye berdasarkan "kelompok" partai tersebut per provinsi.

1. Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Jawa Barat: 16, 20, 25, 29 Maret dan 3 April

Jawa Tengah: 18, 22, 27 Maret, 1 dan 5 April

Jawa Timur: 17, 21, 26, 30 Maret dan 4 April

DKI Jakarta: 16, 24 Maret dan 1 April

Banten: 20, 28 Maret dan 5 April

Sumatera Utara: 18, 26 Maret dan 3 April

Aceh: 16 dan 28 Maret

Sumatera Barat: 25 Maret dan 5 April

Jambi: 22 Maret dan 3 April

Bengkulu: 19 dan 30 Maret

Riau: 16, 28 Maret

Kepulauan Riau: 25 Maret dan 5 April

Lampung: 22 Maret dan 3 April

Bangka Belitung: 19 dan 30 Maret

Sumatera Selatan: 16 dan 28 Maret

Daerah Istimewa Yogyakarta: 25 Maret dan 5 April

Bali: 22 Maret dan 3 April

Nusa Tenggara Barat: 19 dan 28 Maret

Nusa Tenggara Timur: 16 dan 28 Maret

Kalimantan Barat: 25 Maret dan 5 April

Kalimantan Tengah: 22 Maret dan 3 April

Kalimantan Selatan: 19 dan 30 Maret

Kalimantan Timur: 16 dan 28 Maret

Sulawesi Utara: 25 Maret dan 5 April

Sulawesi Tengah: 22 Maret dan 3 April

Sulawesi Tenggara: 19 dan 30 Maret

Sulawesi Selatan: 16, 24 Maret dan 1 April

Sulawesi Barat: 16 dan 28 Maret

Gorontalo:25 Maret dan 5 April

Maluku: 22 Maret dan 3 April

Maluku Utara: 19 dan 30 Maret

Papua: 16 dan 28 Maret

Papua Barat: 25 Maret dan 5 April

2. Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN)

Jawa Barat: 17, 21, 26, 30 Maret dan 4 April

Jawa Tengah: 16, 20, 25, 29 Maret dan 3 April

Jawa Timur: 18, 22, 27, Maret, 1 dan 5 April

DKI Jakarta: 18, 26 Maret dan 3 April

Banten: 16, 24 Maret dan 1 April

Sumatera Utara: 20, 28 Maret dan 5 April

Aceh: 20 Maret dan 1 April

Sumatera Barat: 17 dan 29 Maret

Jambi: 17, 26 Maret

Bengkulu: 23 Maret dan 4 April

Riau: 20 Maret dan 1 April

Kepulauan Riau: 17 dan 29 Maret

Lampung: 17, 26 Maret

Bangka Belitung: 23 Maret dan 4 April

Sumatera Selatan: 20 Maret dan 1 April

Daerah Istimewa Yogyakarta: 17, 29 Maret

Bali: 17 dan 26 Maret

NTB: 23 Maret dan 4 April

NTT: 20 Maret dan 1 April

Kalimantan Barat: 17, 29 Maret

Kalimantan Tengah: 17, 26 Maret

Kalimantan Selatan: 23 Maret dan 4 April

Kalimantan Timur: 20 Maret dan 1 April

Sulawesi Utara: 17 dan 29 Maret

Sulawesi Tengah: 17, 26 Maret

Sulawesi Tenggara: 23 Maret dan 4 April

Sulawesi Barat: 20 Maret dan 1 April

Gorontalo: 17 dan 29 Maret

Sulawesi Selatan: 18, 26 Maret dan 3 April

Maluku: 17 dan 26 Maret

Maluku Utara: 2 Maret dan 4 April

Papua: 20 Maret dan 1 April

Papua Barat: 17 dan 29 Maret

3. Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Jawa Barat: 18, 22, 27, Maret, 1 dan 5 April

Jawa Tengah: 17, 21, 26, 30 Maret dan 4 April

Jawa Timur: 16, 20, 25, 29 Maret dan 3 April

DKI Jakarta: 20, 28 Maret dan 5 April

Banten: 18, 26 Maret dan 3 April

Sumatera Utara: 16, 24 Maret dan 1 April

Aceh: 24 Maret dan 5 April

Sumatera Barat: 21 Maret dan 2 April

Jambi: 18 dan 30 Maret

Bengkulu: 16 dan 27 Maret

Riau: 14 Maret dan 5 April

Kepulauan Riau: 21 Maret dan 2 April

Lampung: 18 dan 30 Maret

Bangka Belitung: 16 dan 27 Maret

Sumatera Selatan: 24 Maret dan 5 April

Daerah Istimewa Yogyakarta: 21 Maret dan 2 April

Bali: 18 dan 27 Maret

NTB: 16 dan 27 Maret

NTT: 24 Maret dan 5 April

Kalimantan Barat: 21 Maret dan 2 April

Kalimantan Tengah: 18 dan 30 Maret

Kalimantan Selatan: 16 dan 27 Maret

Kalimantan Timur: 24 Maret dan 5 April

Sulawesi Utara: 21 Maret dan 2 April

Sulawesi Tengah: 18 dan 30 Maret

Sulawesi Tenggara: 16 dan 27 Maret

Sulawesi Barat: 24 Maret dan 5 April

Gorontalo: 21 Maret dan 2 April

Sulawesi Selatan: 20, 28 Maret dan 5 April

Maluku: 18 dan 30 Maret

Maluku Utara: 16, 27 Maret

Papua: 24 Maret dan 5 April

Papua Barat: 21 Maret dan 2 April

#news

#FYI

#CoffeeBreak

sumber

Twitter: Foto Dan Video Lebih Banyak Dapat Retweet

.
0 komentar


Twitter Foto dan Video Lebih Banyak Dapat Retweet

Twitter ingin pengguna melebihdulukan foto ketika mereka mengirim tweet. Ternyata, ada alasan bagus di balik itu.

"Tweet yang menyertakan link foto atau video mendapat retweet yang jauh lebih tinggi dibanding dengan teks saja," demikian data Twitter terbaru sebagaimana dikutip Mashable, Selasa, 11 Maret 2014.

Tweet dengan foto mendapat retweet 35 persen lebih sering daripada tweet teks saja. Tweet dengan tautan video menghasilkan peningkatan 28 persen dalam retweet.

Gambar bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan jangkauan tweet Anda. Menambahkan kutipan (19 persen), angka atau digit (17 persen), atau hashtag (16 persen) juga meningkatkan retweet, menurut temuan data itu.

Menambahkan foto umumnya menjadi cara termudah untuk mengumpulkan retweet, tapi masing-masing industri memiliki formula rahasia sendiri. Pengguna di industri televisi, misalnya, mendapat lebih banyak retweet ketika mereka menyertakan kutipan. Adapun mereka yang berada di industri musik mendapat retweet terbanyak ketika menambahkan tautan video.

Mereka yang bekerja di pemerintahan dan politik mendapat manfaat tertinggi dengan menambahkan gambar. Sebuah tweet foto yang dikirim oleh seseorang di pemerintahan dan politik mendapat retweet 62 persen lebih banyak dibanding tweet teks saja.

Data itu dihasilkan dari lebih dari 2 juta tweet yang dikirim oleh ribuan pengguna terverifikasi dalam satu bulan. Hal ini sesuai dengan data yang sama dari sebuah studi yang dilakukan Oktober lalu. Studi itu menemukan tweet yang menyertakan gambar menghasilkan retweet 92 persen lebih banyak. Namun, menghubungkan tweet dengan gambar Instagram ternyata menurunkan retweet.

#socialmedia

#TechNews

sumber